The Most Western : Weh Island

Februari 1st, 2010 by izarsaja
http://www.dharssi.org.uk/travel/indonesia/images/pulau_weh_map.gif

http://www.dharssi.org.uk/travel/indonesia/images/pulau_weh_map.gif

Weh Island (or We) is a small volcanic island located in the northwest of Sumatra Island. The island was once connected to the island of Sumatra, but later separated by the sea after a volcano eruption last time in the Pleistocene era. The island is located in the Andaman Sea. Largest city on the island of Weh, Sabang, is located in the western Indonesia. The island is famous for it’s ecosystem. The Indonesian government has set the region as far as 60 km² from the edge of the island both in and out as nature reserves. Big-mouthed sharks can be found on the coast of this island. In addition, this island is the only habitat for threatened status of frogs, Bufo valhallae (genus Bufo). Coral reefs around the island is known as a habitat for various fish species.

Geography
Weh Island is located in the Andaman Sea, where 2 groups of islands, the Nicobar Islands and Andaman Islands, scattered in a line from Sumatra to the Burma plate. Andaman Sea is located in a small tectonic plate which is active. Complex fault systems and volcanic island arcs have been formed along the sea by tectonic plate movement. This island extends along 15 kilometers (10 miles) at the northernmost tip of Sumatra. The island is only a small island with an area of 156.3 km², but it has lots of mountains. The highest peak of this island is a volcano high fumarolik with 617 meters (2024 feet).

The last eruption of this mountain is estimated to occur in the Pleistocene era. As a result of this eruption, some of the mountain collapsed, filled with the sea and formed a separate island. At a depth of nine meters (29.5 feet) near the town of Sabang, underwater fumaroles emerge from the seabed. Volcanic cone can be found in the woods. There are 3 areas solfatara: one is located 750 meters southeast of the summit and the other is located 5 km and 11.5 km northwest part of the peak on the west coast bay Perialakot Lhok. There are four small islands around Weh Island: Klah, Rubiah, Seulako, and Rondo. Among the four, Rubiah famous as tourist dive for coral reefs. Rubiah a haven Indonesian Muslims to perform pilgrimage to the sea before and after the Mecca.

Population

Weh Island is part of the province of Aceh. 1993 census showed there were 24,700 residents on the island. The majority of the population is ethnic Acehnese and the rest of Minangkabau, Javanese, Batak, and Tionghoa. It is unknown when the island was first inhabited. Islam is the main religion, because the special province of Aceh is a set Sharia law. However, there are some Christians and Buddhists on the island. They mostly tribes Java, Batak, and Tionghoa. On December 26, 2004 earthquake under the sea a large (9 on the Richter scale) occurred in the Andaman Sea. This earthquake triggered a series of tsunamis that killed at least 130,000 people in Indonesia. The effect of a relatively small island of Weh, but it is unknown how many residents of the island who died from the earthquake. The island is sinking in the incident.

Ecosystem

During the years 1997-1999, Conservation International conducted a survey of coral reefs in the region. According to the survey, relatively few coral diversity, but diversity of fish species is very large. Some species found during the survey including Pogonoperca ocellata, Chaetodon gardneri, Chaetodon xanthocephalus, Centropyge flavipectoralis, Genicanthus caudovittatus, Halichoeres cosmetus, Stethojulis albovittatus, Scarus enneacanthus, Scarus scaber and Zebrasoma desjardinii.

http://www.scubaboard.com/gallery/data/3136/medium/UW_Wall_and_Divers2.jpg

http://www.scubaboard.com/gallery/data/3136/medium/UW_Wall_and_Divers2.jpg

Cause of earthquake in Aceh and around the Andaman Sea in 2004, On March 13, 2004, specimens of rare and unusual species of big-mouthed shark, beached Gapang. Megamouth shark has a typical big mouth, the nose is very short and wide. These specimens is the discovery that the 21 (some say to-23) of the species since its discovery in 1976. Bull shark measuring 1.7 meters long (5.58 feet) and weighs 13.82 kg (30.5 pounds) of frozen sent to the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) for further research. Until the year 2006, there were only 36 big-mouthed shark discovery in the Pacific Ocean, Indian, and Atlantic.

The earthquake and tsunami in 2004 affected the island’s ecosystem. In the village Iboih, plots of mangrove plants were destroyed. Debris from land piled on the rocks surrounding the tsunami. In 2005, about 14,400 mangrove seedlings replanted mangrove forests to save them. In addition to the underwater ecosystem, the island of Weh is the only habitat of the endangered frog species, named Bufo valhallae (genus “Bufo”). The species is only known from the illustrations of this island. Because of deforestation on the island of Weh, the population of these species is uncertain. Hopefully!

I Love Weh Island, and one of my dreams is going to be there :) Amien… Amien… :D

Se’brengsek’ itukah Para Pria?

Januari 26th, 2010 by izarsaja

Wah, judulnya sudah mengundang emosi diri saya sendiri :D karena saya juga seorang Pria. Lalu ada apa kali ini? hehehe, ini antara lucu dan dosa saya telah melakukan ini sebagai bahan penelitian. Tentang Pria yang saya temui secara online diatas jam 12 malam. Dan hasilnya ya jadi lah judul di atas itu, sebenarnya malas juga membahas ini tapi sekedar share saja dan harap berhati-hati.

Cerita dimulai dari saya yang mulai hari ini tanggal 25 Januari 2010 merasakan juga kerja kantoran dimalam hari, dini hari tepatnya. Berhubung kerjaan saya sudah selesai sekitar jam 2an, maka saya tak membuang kesempatan saya untuk sekedar online ringan dan mencari-cari informasi yang sedang uptodate belakangan ini, jujur saya agak ketinggalan karena jarang nonton TV dan sudah tidak mengakses internet sekitar 3 hari. Ditengah aktifitas pembelajaran diri bagi saya itu, terfikir bagi saya untuk mengaktifkan akun YM saya, awalnya cuma ingin tahu apakah ada teman yang saya kenal sedang online. Dan hasilnya adalah tidak ada sama sekali, yang akhirnya saya sempatkan untuk membuka ID YM saya yang satunya lagi, sekedar info bahwa saya punya ID YM 2. Nah, ternyata saya pun menemukan bhwa tidak ada satu pun teman saya yang sedang online :D iya lah jam 2 gitu.

Akhirnya saya putuskan untuk mensurvey para netters yang sedang online dimalam hingga dini hari dengan masuk ke salah satu room yang terkenal di Jakarta. Wah, banyak juga yang online sekitar 300an lebih. Sempat ragu bagi saya untuk memulai semuanya, tapi rasa penasaran saya engalahkan segalanya, maka saya mulai lah membuka kalimat pertama di room dan langsung di respon dengan berbagai Private Message (PM) dari beberapa netters di room itu. Mulai lah saya tanya-tanya mulai lokasi, usia, pekerjaan dan apa yang sedang dia lakukan malam itu. Hasilnya sungguh mencengangkan saya.

Maklum saja, saya mengaku sebagai wanita dalam room itu dan mengaku pula sebagai Mahasisiwi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. You know what? hampir semua ingin bertemu dan ujungnya 3 huruf yang paling saya takut dengarnya S-E-X. Takut karena status saya saat ini belumlah menikah dan entah mengapa mindset saya “NO SEX BEFORE MARRIAGE”. Saya kemudian berfikir, Seberengsek itukah para pria Jakarta saat ini? More than 10 people who chat with me last night and almost same topic. Parahnya, ada 3 pria yang sudah saya terangkan bahwa saya juga seorang pria normal, tapi masih saja maksa untuk 3 huruf itu. Naudzubillah, parah juga yah kelakuan para netters Jakarta.

Setelah capek saya berbohong mengenai identitas saya, maka saya jelaskan kepada mereka semuanya bahwa saya hanya iseng dan mencoba-coba untuk meneliti kegiatan netters dimalam hari, yang hasilnya unpredictable sama sekali. Mungkin teman-teman yang sering online malam sampai dini hari tahu masalah ini, tapi jujur ini pengalaman pertama saya, makanya sempet merinding dan shock juga. Well, saya tetap masih percaya bahwa tidak semua pria di Jakarta adalah sama seperti yang saya temui di dunia maya itu. Masih banyak pria baik yang sopan dan tidak mengarah ke 3 huruf itu, contohnya yah kalo boleh sombong diri saya sendiri : D hehehe dan teman-teman sekantor saya yang selalu setia mendampingi dimalam hari. Good job teamworks nya kawan-kawan. Serta masih banyak pria yang tidak “berengsek” yang saya temui. Semoga dan semoga!

Chinese in Palembang Indonesia

Januari 25th, 2010 by izarsaja
http://farm4.static.flickr.com/3095/2740738884_10e487f141.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3095/2740738884_10e487f141.jpg

My friends, do you ever visit Palembang? even you say no, I will tell you something that I think many people will agree with me. About what? okay, first Palembang is one of big city in Indonesia, it’s located in South Sumatera Province. In Palembang, we surely knows that there are many Chinese face but they are totally Indonesian, 100% Indonesian. They just look like a Chinese and most of them are Muslim as Indonesian religion in general. Actually I have many friends from Palembang like Rizky, Rian, Joshua, Ruddy, etc and they are look like a Chinese. Do you wanna know?

The answer is, that’s part of  ”the rest of life” legacy of Sriwijaya which ever prevail in that region. Crafts typical Palembang songket, clothing Palembang is similar to traditional China, and traditional dances, including Sriwijaya heritage that until now we can still enjoy. Whether Empek-Empek also include types which are well known at the time Sriwijaya victorious? Maybe so.

In the third century AD 7th to 13th, Sriwijaya experiencing a golden age. As maritime empire, his name was known to the foreign countries. Maritime power can tracked from the Sriwijaya ship steering remains found in River Fruit, Palembang, in the 1960s. Steering wheel made of Onglen black wood reach eight feet in length. No wonder that fleet Sriwijaya’s able sailed to China with a plantation commodities, such as cloves, nutmeg, pepper, tin, spices, gold, and silver. The goods were purchased or exchanged for porcelain, cotton, or silk.

During the glorious time, many immigrants from abroad dropped Sriwijaya just to go for a cure or trading. Various types of ships tied up Musi River in the harbor. They also settled in the kingdom that was once the center of Buddhist education and science. Some nobles and the average person is married to immigrants from China. No wonder the majority of people now, Palembang most fair-complexioned and slanted eyes. If the lords of Sriwijaya was slaughtered out Majapahit troops, they are likely descendants.

http://lyntrias.files.wordpress.com/2008/02/cimg0203_resize.jpg

http://lyntrias.files.wordpress.com/2008/02/cimg0203_resize.jpg

The fate of thousands of Buddhist monks are also not clear until now. Were they wiped out the troops Majapahit or off to the land of Java, Thailand, China, and India? Or they should change his religion when Islam was introduced to the former kingdom of Srivijaya? But clear, some of them are descendants of the merchants of China, and also the pirate marine origin China’s control of the river and the sea route for 200 years, Sriwijaya devastated after Majapahit invaded. Malignancy the pirates were The war ended after the commander who sent Chengho China rulers came and combating them.

Some pirates who survived the onslaught Chengho, and over the business on land, breed, and formed a separate colony. They break the tradition and values that developed in the ancestral land of China, and otherwise typical life pirates put a hair-trigger. A monument inscription in Kampung Captain, Sub-District Seven Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, showing worship Indian Gods, as a warning to Chinese then come to be a permanent community in Palembang. Is there a connection between them and the ‘Preman Palembang’ famous now? Seemed need a more in-depth research. If in Palembang is Kampong Java, may be they are the descendants of the Majapahit troops who settled there.

Heritage shaped piece of inanimate objects such as statues now you can still refer Bala Museum Putradewa, Palembang, South Sumatra. Noted there 2 museums, still in Palembang, the Archeological Museum Park site Sriwijaya (TPKS) and Museum of Sultan Badaruddin II, but it was well maintained. Necessary government’s efforts to unite all three, and named the museum’s’ Museum Sriwijaya ‘.

Since the Dutch colonial period until today, the remnants of the glory of Sriwijaya antique hand had moved abroad. Palembang, Jambi, and Lampung is field hunting for collector and antique dealer. Now no longer left. Really sad to hear that :( , Hope Indonesia Governments serious with this problems cause it’s our heritage.

Where is the center of Sriwijaya?

That question is still hanging, because it has not been relics found in the palace or the palace. Most likely when Majapahit invasion troops, the palace is distructed. Some manuscripts and inscriptions of the kingdom of Srivijaya, too much has been damaged, missing, or are still buried in the ground. The lack of archaeological finds gear caused difficulties researchers compile the history of the emergence of and the growth of Sriwijaya complete and coherent.

Sriwijaya plenty of history is based on stories from foreign travelers, such as from China, India or Arab. There are at least 18 sites from the Sriwijaya in Palembang. Four of them have a dating site around the 7th century until the 9th, the Angsoka Temple site, the inscription Kedukan Hill, the site Pinishi pool, and the site of Cape Swamp. Some inscriptions are also has been found, that it tells the existence of Srivijaya and the curse of dissidents. Some relics of Sriwijaya was also found in Jambi, Lampung, Riau, and Thailand.

http://budpar.go.id/imgdata/article465-img1356_kutabesaksketsapalembangjaekes.jpg

http://budpar.go.id/imgdata/article465-img1356_kutabesaksketsapalembangjaekes.jpg

Sriwijaya greatness of the legacy also been detected in India and Java. Inscription Dewapaladewa from Nalanda, India, 9th century AD mentions, King Balaputradewa from Swarnadipa (Sriwijaya) makes a monastery. Inscription Rajaraja I also recounts 1046 years, King Kataha and Sriwiyasa Sriwijaya Marajayayottunggawarman from granting a rural area development in the city Cudamaniwarna Nagipattana (India). Historical manuscripts, such as the Book of History of the Song Dynasty and Ming Dynasty, was in China. King Sriwijaya also fully supports the construction of Borobudur temple on the island Java stone mountain. Meanwhile, heritage temples Sriwijaya in Sumatra, all made of brick aus fast food era. Why? Because of it’s located far from the mountain.

The latest comes from Malaysia. Raimy Che-Ross, researchers Malaysia, last year to find a lost city in Johor hinterland. That secret is revealed originated from an ancient manuscript owned by Stamford Raffles. He estimates that rubble from the city in 1025 which Gelanggi M besieged troops from South India Chola king Rajendra Cholavarman leaders. The City’s formerly associated with the kingdom of Srivijaya. In 1612, Tun Series Question, treasurer of the Royal Court in Johor, which called the city Gelanggi lost as Treasury Permata (Treasury of Jewels). As notes, joined forces Cola to invade Majapahit Sriwijaya in 1377 until sold out. Palembang was then a city of death, and soon mastered the pirates from China. Pirates China’s army-led fight Chengho, with a fleet of Majapahit support from the kingdom of King Aditiawarman Malays.

Ulen Sentalu, Yogyakarta Indonesia

Januari 24th, 2010 by izarsaja
ulen sentalu 1

ulen sentalu 1

Ulen Sentalu is located at Jl Boyong Kaliurang, Sleman - Yogyakarta. It’s a Museum of Cultural Art Ullen Sentalu Java. The museum word is often identified with a boring place. But, if you visit that place I guarantee it isn’t. However, if you’ve entered Ullen Sentalu, the impression that the ancient museums, uninteresting and boring it will vanish from your mind.


Ullen Sentalu is an acronym of “Ulating blencong Sejatine Tataraning Lumaku” which means the lights glow Blencong as in Step Instructions Junaid Human Life. Wonderful meaning, isn’t it? This philosophy is derived from the oil lamps used in the leather puppet show, which blencong. This is Blencong light moving in selau puppet show, likened to the sun shining on the universe, and humans must move to live. Ullen Sentalu which started in 1994 and inaugurated on March 1, 1997 is managed by the foundation Ulating Blencong, a private foundation close to the “Purebred” Kraton is very concerned about the arts and culture of the valuable Java.


Ulen Sentalu 2

Ulen Sentalu 2

ulen sentalu 3

ulen sentalu 3

The cool air of the mountains and trees are neatly arranged directly welcomed visitors as they enter the area Ullen Sentalu. Beautiful and natural shades are maintained long before the museum stands. Understandably enough, at first this place is a pine forest. So that visitors can be more comfortable and understand about this museum, provided a guide who can be your guide during the visit. Are you a foreigner who wanna know Indonesia Culture more? Just visit it, then you won’t be regret.

Hati-Hati SMS Gratis!

Januari 23rd, 2010 by izarsaja

http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2008/01/sms.jpg

http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2008/01/sms.jpg

Buat kita para sms-ers sejati, apalagi remaja yang notabenenya berkantong dibawah rata-rata seperti saya sering kali tergiur dengan yang namanya sms gratis. Saya bukan membahas sms gratis yang ditawarkan oleh operator celular resmi, tapi sms gratis yang aneh tapi benar-benar terjadi. Nah, berhubung lagi marak yang namanya pembobolan ATM, Kejahatan Cyber Crime de el el. Para pengguna telepon selular pun harus berhati-hati atas kejadian ini.

 

Sebelumnya saya ingin bertanya beberapa hal berikut :

1. Tiba-tiba pulsa kita hilang dengan sendirinya tanpa digunakan?

2. Tiba-tiba ada sms yang masuk dan bilang katanya dari nomor kita?

3. Tiba-tiba jaringan hilang padahal yang lain normal?

Kalau kita ingat, pasti kasus-kasus diatas pernah terjadi diantara kita para pengguna telepon selular. Mau tahu apa penyebabnya?

Penyebab kasus di atas terjadi jika memang ada yang memakai telepon kita secara diam-diam tanpa sepengetahuan kita. Ah, tapi bukan itu yang akan saya bahas. Tapi ini lebih kepada kejahatan komputer yang sering terjadi selama ini. Apa hubungannya dan bagaimana itu bisa terjadi? Oke akan saya sedikit uraikan nanti. Jangan pergi atau ngantuk dulu ya :) segera siapkan kopi dan cemilan supaya tidak bosan membaca tulisan saya, hehehe :D

Coba kita ingat sedikit kebelakang, pernahkan kita mendapatkan sms dari “Nama Operator Tertentu” atau bahkan dari nomor kontak teman kita sendiri “yang sebenarnya telah menjadi korban juga” yang isinya kira-kira seperti ini “hei m*/telkomse** dibobol, ganti nomer center kalian dengan 08*******, dijamin sms gratis sampai puas”. Jujur, saya pernah mendapatkan sms seperti itu dan tentu saya ikuti sesuai perintah. HASILNYA??? Tentu benar kita bisa memakai layanan sms secara gratis. Lalu apa masalahnya? apa efeknya? bukannya justru bagus?

http://static.howstuffworks.com/gif/sms-message-path.jpg

http://static.howstuffworks.com/gif/sms-message-path.jpg

Begini, menurut keterangan para penjahat dunia maya “sebut saja cracker” kita saat itu sedang tertipu secara diam-diam. Saat kita mengirimkan sebuah sms untuk dapat sampai ke nomor tujuan, sebenarnya kita harus melewati nomor server “biasa disebut service center” barulah bisa sampai ke nomor tujuan. Semua operator tentu punya nomor service untuk sms nya dan pasti berbeda bila kita jeli memperhatikan. Secara tidak langsung, kita menyerahkan pesan kita dulu ke operator “berarti dibaca donk? hihi :D malu aku”, ya tapi itulah fakta teknologinya.

Ketika kita mengubah arah server dengan mengganti nomor service yang disebarkan oleh Cracker tadi, secara otomatis dia lah yang mengatur jalannya sms kita. Dengan begitu dia bisa mendapatkan beberapa hal berikut ini :

1. Cracker tahu data kita untuk kemudian diduplicate.

2. Cracker tahu ID simcard kita dan bisa saja dengan mudah mengambil pulsa.

3. Cracker mengaktifkan nomor kita, itulah mengapa jaringan kita tiba-tiba hilang.

Memang tidak semua Cracker merugikan kita, bisa saja dia sedang mempelajarinya atau hanya sekedar iseng untuk mengetahui aktifitas seseorang, kira-kira ini ada hubungannya sama kasus penyadapan tidak ya? hmm… saya juga kurang tahu pasti dan perlu belajar dan mengunpulkan data lebih lanjut untuk mengulas masalah itu. Yang pasti saya dan mungkin teman-teman lain pernah menjadi salah satu korbannya, jangan mudah tertipu dengan modus seperti ini.

Nah, kira-kira begitulah hasil penelusuran saya dari berbagai sumber di internet. Buat yang masih menggunakan service center yang abnormal, segera ganti ke nomor yang wajar pada umumnya. Jangan sampai kita menjadi korban kecanggihan teknologi karena sesungguhnya teknologi seharusnya menguntungkan kita, bukan justru merugikan. Waspadalah!

Apakah Aku Iri?

Januari 18th, 2010 by izarsaja

Perjalanan ke kantor hari ini sangat berbeda, tidak ada menunggu karena harus antri angkot, tidak ada asap polusi berdebu yang bisa membunuhku perlahan, tidak ada macet yang berarti dipadatnya Ibu Kota, tidak ada tergesa-gesa karena harus kesal dengan sopir angkot yang sering berhenti dan tidak ada hal lainnya yang biasa ku lalui kala pagi aku berangkat ke kantor. aku senang namun aku kehilangan.

Ini kali pertama aku berangkat ke kantor diluar jam normal biasanya dan sendirian berkendara dengan sahabatku “motor” yang sudah tua namun masih saja setia membawaku kemana aku pergi. Aku bahagia saat ini, aku juga sedih saat ini karena banyak hal yang harus kuhilangkan dari kebiasaanku setiap harinya. Entah apa yang ada dipikiranku saat ini, aku iri. Tapi apakah aku iri?

Ku pandang seorang remaja seusia ku tengah bercakap dengan seorang bapak ditengah perjalananku kala lampu merah menyala, ku pikir bapak itu adalah Ayah sang remaja karena mereka memanggil satu sama lain layaknya seorang ayah dan anak. Aku iri karena biasanya, aku selalu berangkat dengan ayahku yang setia menungguku kala aku telat bangun. Ayahku itu memang hebat, meski kadang berlawanan arah, dia rela bangun lebih pagi agar aku bisa diantarnya ke satu titik.

Aku iri ketika melihat sekelompok anak sekolah pulang bersama, aku ingat disaat pulang kantor aku selalu bersama dua orang temanku, meski tak sepenuhnya pulang searah tapi ada yang kukenal saat keluar kantor dan bisa berbagi cerita dengan mereka. Furqon dan Bowo, sahabat yang dekat kala semua orang menjauh. Sahabat yang baik dan paling sering membantu bila hati ini sedang nampak bosan dengan beban pekerjaan. Kadang Noury dan Fikri pun jadi pelengkap kebersamaan kami. Luar biasa sahabat seperti mereka, candaan, hinaan “yang justru mengakrabkan”, I love them.

Ah, apakah aku iri? aku tak ingin nampak iri dengan ini. Ditambah lagi pribadi-pribadi unik yang sering aku temui kala pagi perjalananku menuju kantor, pun pulang dari kantor di sore hari. Aku akan merindukan pribadi yang selalu menginspirasiku setiap harinya. Pengamen yang selalu membuai ku dengan lagunya, Karyawan kantor sebelah gedung yang selalu memotivasiku untuk bisa seperti mereka, Mahasiswa yang selalu mengingatkanku dari seragamnya untuk senantiasa belajar, dan berbagai pribadi lainnya yang benar-benar luar biasa. Aku akan benar-benar iri bila ada yang mengambil kesempatan ku itu.

Kata sahabat-sahabatku “jalani saja kesempatan itu, mungkin akan ada peluang lain yang bisa kita pelajari?”. Berfikir positif adalah jalan terbaik untuk membuat rasa iri ini hilang, aku bisa aku bisa! aku tidak akan iri lagi pada apa pun yang telah terjadi belakangan ini. Aku akan bersyukur atas apa yang aku dapatkan, semoga aku tidak iri lagi :)

Sejarah Tombol Keyboard QWERTY

Januari 17th, 2010 by izarsaja
http://dhawi1986.files.wordpress.com/2008/11/deck_keyboard1.jpg

http://dhawi1986.files.wordpress.com/2008/11/deck_keyboard1.jpg

KASKUS - Susunan keyboard yang dipakai umum sekarang ini (QWERTY) sebenarnya adalah salah satu susunan yang paling tidak efisien yang ditujukan agar kita-kita dapat mengetik dengan lebih lambat. Mengapa demikian? Ini dia sejarah susunan keyboard.

Hal ini berkaitan dengan sejarah mesin ketik yang ditemukan lebih dulu oleh Christopher Latham Sholes (1868). Saat menciptakan mesin ketik prototype sebelumnya, malah sangat memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat. Terlalu cepatnya kemungkinan dalam mengetik tersebut, sampai-sampai sering timbul masalah pada saat itu (kemampuan komputer masih sangat lambat dan terbatas). Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan karena batang-batang itu saling mengait (jamming).

Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan itu demikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya jelas, untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya. Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 serta diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).

Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini, sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940. Secara penelitian saat itu, susunan DVORAK memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya DVORAK harus tunduk karena dominasi QWERTY yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko rusak apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK.

Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard Dvorak sebagai versi “alternatif” di sekitar Tahun 1970. Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia, QZERTY, dll.

Nah, ternyata aneh juga ya alasan awalnya susunan keyboard kita sekarang menjadi QWERTY. Tapi, lumayan juga niyh buat menambah pengetahuan kita yang sering berkutat dengan perangkat komputer, jadi tahu sedikit sejarahnya hehehe :D . Well, karena sudah terbiasa menggunakan susunan keyboard QWERTY, saya pikir manusia jaman sekarang akan kesulitan untuk menggunakan susunan keyboard baru sekalipun itu berurutan secara alfabetis. Bukan begitu?